Latest Post
Showing posts with label POLITIK. Show all posts
Showing posts with label POLITIK. Show all posts
9:43 PM
Jangan Bunuh Kepercayaan RAKYAT terhadap KPU dan Pemilu
Written By Unknown on Thursday, July 31, 2014 | 9:43 PM
KPU sudah mulai bertindak liar, ada apa sebenarnya ? Ada cerita dan maksud apa di balik perintah KPU untuk melakukan pembongkaran kotak suara?
Tolong jangan rusak nilai Demokrasi ... Jangan bunuh kepercayaan Rakyat terhadap KPU dan Pemilu itu sendiri.
Mulai Ramai, kabar yang terbaru pasca gugatan tim Prabowo Subianto dan Hatta ke MK .. Terkesan menimbulkan kepanikan di beberapa pihak, salah satunya adalah KPU.
KPU memang mengeluarkan surat edaran Nomor 1446/KPU tertanggal 25 Juli 2014 yang ditujukan kepada Ketua KPU Provinsi/KIP Aceh dan Ketua KPU/KIP Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Surat Edaran itu memerintahkan untuk membuka kotak suara.
Ini hal yang aneh... Ada apa sebenarnya?
Walaupun KPU sebagai penyelenggara pemilu pada dasarnya tidak mempunyai kewenangan eksklusif untuk dapat bertindak sekehendak hati atas seluruh dokumen pemilu. Kewajiban KPU hanya menyimpan dokumen yang dimaksud, bukan kemudian memperlakukannya secara sepihak sekehendak hati. Malah menimbulkan kesan Liar.
KPU saat ini tengah menghadapi sengketa hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi, dan posisi KPU adalah pihak yang tergugat menyusul gugatan yang diajukan pasangan Prabowo-Hatta. Seharusnya tindakan pembukaan kotak suara itu tidak boleh berlangsung secara sepihak tanpa persetujuan baik Bawaslu maupun peserta pilpres.
Dan bila tindakan itu di lakukan, baiknya itu harus berdasarkan perintah dari pihak MK, karena proses Pilpres belum ada keputusan Final karena masih disengketakan, maka semestinya pembukaan dokumen atau arsip pemilu yang jadi bahan sengketa tidak di lakukan tanpa persetujuan MK. Sejauh ini, MK belum membuat keputusan agar dilakukan pemeriksaan dokumen-dokumen terkait dengan hasil pilpres. Apa sebenarnya maksud tindakan KPU ? Kenapa ini di lakukan sepihak ? Apa urgensi nya ? Ini bisa jadi pertanyaan besar bagi Rakyat ?
Jangan nodai Demokrasi Indonesia !!!
Ada hal yang harus diketahui semua pihak, bahwa sesungguhnya hak untuk mendapatkan salinan dokumen dan arsip pilpres adalah hak yang dimiliki oleh seluruh peserta pemilu dan penyelenggaranya. KPU tidak memiliki kewenangan untuk menyatakan lebih berhak dari Bawaslu ataupun kubu dua pasangan capres-cawapres.
Menurut pribadi saya, bahwasannya tindakan ini justru memberi kode/sinyal buruk bahwa sebenarnya KPU memiliki ketakutan yang luar biasa, KPU terkesan penuh dengan keraguan atas internal mereka sendiri, KPU tidak memiliki kesiapan dan keyakinan diri bahwa apa yang telah mereka lakukan selama penyelenggaraan pilpres kemarin telah berjalan dengan baik dan pantas, atau sebenarnya mereka juga mengetahui bahwa memang ada kecurangan dan hendak menutupinya, atau mungkin bisa saja asumsi paling jelek adalah apakah ini upaya menghilangkan barang bukti kecurangan??
Mungkin lebih bijaknya dan pantasnya KPU tidak bertindak liar dan melakukan hal terlalu jauh, jangan membuat hal ini menjadi bahan pertanyaan rakyat dan malah menimbulkan ketidakpercayaan pada kinerja KPU, Tidak ada kata lain, jangan mengeluarkan alasan pembenar ini untuk kebaikan semua dan citra baik demokrasi indonesia. KPU harus menghentikan aktivitas pembongkaran kotak suara sekarang dan jangan di lanjutkan sampai nanti di minta di persidangan MK.
Jangan bertindak Liar, Jangan melakukan Aksi-aksi Akrobat...
Bertindaklah dengan akal sehat kecuali memang ada cerita lain di balik aktuvitas itu ?
Atau memang ini merupakan bagian dari sebuah skenario pembungkaman terhadap sebuah kebenaran?
Semoga rakyat bisa menilai apa yang sedang terjadi...
Rakyat Indonesia tidak lagi bodoh, mereka semua bisa melihat dan mendengar setiap cerita kejadian.
Jangan sampai ini terekam di memori ingatan rakyat.
Rakyat juga bisa marah ???
Dan mereka tak perlu di komandoi lagi untuk hal itu.
Berhati-hatilah dalam bertindak, jangan tipu rakyat lagi.
Tertanda
Komandan
Taruna Juang Indonesia
Komandan
Taruna Juang Indonesia
Labels:
POLITIK
7:50 AM
Kronologi inilah Taruna Juang Indonesia memahami dan memaknai Operasi #SelamatkanIndonesia yang di sampaikan
Prabowo-Hatta dalam menandatangani di terimanya pendaftaran di KPU pada tanggal
20 Mei 2014.
Memaknai Operasi #SelamatkanIndonesia
Written By Unknown on Wednesday, July 2, 2014 | 7:50 AM
“Pemuda
yang tidak bercita-cita bukanlah pemuda. Pemuda-pemudi yang tidak bercita-cita
sudah mati sebelum mati.” – Bung Karno-
---------------
"Pertama-tama,
marilah kita mendidik, yaitu memetakan jalan menuju kemerdekaan," katanya.
– Bung Syahrir –
---------------
“Di
Barat, pemuda-pemudi intlektuil pada universitas-universitas memepersiapkan
diri untuk kegiatan dibidang politik dan kemasyarakatan dikemudian hari.”
“Sedangkan
di Indonesia,kegiatan itu sudah dimulai tatkala pemuda-pemudanya masih duduk
dibangku sekolah. Organisasi-organisasi pemuda seperti Jong Java, Jong
Sumatranen bond, Jong Minahas, Jong Ambon, Jong Islamieten Bond, Indonesia Muda
dan lain-lain, semua organisasi itu lahir dari ruangan kelas
sekolah-sekolah menengah” – Bung Hatta –
---------------
1. Manifesto + 6
Program Nyata Gerindra
2. Pidato Surabaya
"Kita tidak mau jadi bangsa pesuruh dan kacung bangsa
yang diinjak-injak bangsa lain," ujar Prabowo
3. 1 Mei 2014
"Masalah intinya adalah sistem ekonomi
neo liberal, neo kapitalis yang tidak sesuai dengan UUD 1945. Karena keliru
itulah kekayaan alam kita tidak lagi tinggal di Indonesia. Kita hanya jadi
pesuruh bangsa lain, jadi bangsa kacung. Itu bukan cita-cita kita. Untuk apa
kita merdeka kalau kita hanya menjadi bangsa kacung," ujar Prabowo
Bangsa yang merdeka bukan bangsa miskin.
Bangsa yang merdeka harus memberi kesejahteraan kepada masyarakatnya
4. Aktifitas Koalisi
-
“Jangan pernah memberi beban kepada orang
yang pundaknya tidak kuat. Akal sehat menjadi alasan PKS memilih Prabowo,"
Anis Matta (Presiden PKS)
-
"Saya tidak mengatakan
yang sebelahnya. Tetapi, pertarungan antarbangsa ke depannya membutuhkan
pemimpin yang tegas dan bisa membentengi Indonesia dari 'terkaman' penjajah
ekonomi," Amin Rais (WEB PAN)
-
"Agenda dan program Prabowo-Hatta
diletakkan pada upaya membangun kekuatan bangsa, menuju penciptaan
kesejahteraan rakyat, termasuk umat Islam, sekaligus kerap mengarahkan sebuah
momentum kemandirian ataupun berupa penguatan mandat kedaulatan negara dan
bangsa," Irgan Chairul Mahfiz (Ketua
DPP PPP)
-
"Tidak ada
keraguan bagi kami untuk memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo
Subianto-Hatta Rajasa untuk jadi capres dan cawapres," ujar Ketua Umum PBB
MS Kaban
-
"Kalau ada satu
atau dua orang yang berseberangan, saya kira itu tidak ada masalah. Kita bebas
saja karena ini negara demokratis. Tapi kami berkeyakinan tanggal 9 Juli nanti
mereka akan memilih pasangan nomor 1 (Prabowo-Hatta)," Sekjen Golkar DPP
Partai Golkar Idrus Marham.
5. Deklarasi Polonia
Deklarasi Koalisi Merah Putih untuk mencalonkan Prabowo-Hatta
dilakukan pada 20 Mei 2014 di Rumah Polonia. Rumah ini, dulunya adalah tempat
tinggal presiden pertama Indonesia Soekarno.
"Dulu Bung Karno kan tinggal
di sini sekitar tahun 1960-an. Mungkin akan ada nilai historis buat kita
generasi muda kalau tempat ini yang dipilih jadi tempat deklarasi. Menghargai
jasa founding
fatherkita,"
"Bung Karno tinggal di sini jadi kita harus kumandangkan
deklarasi, harus dimulai dari rumahnya ini," jelasnya.
6. 20 Mei 2014
Deklarasi Pasangan
Prabowo-Hatta dimulai dari Rumah Polonia yang memiliki arti Sejarah bagi
Indonesia. Deklarasi ini memiliki alur perjalanan yang panjang dimulai dari :
1.
Ziarah
ke Taman Makam Pahlawan
2.
Berkunjung
ke masjid Sunda Kelapa....
“Fatahillah-Mengusir portugis Dari Batavia (Jakarta)”
3.
Menuju
KPU untuk Mendaftar Pasangan Capres-Cawapres
4.
Menuju
ke Bundaran HI..... “Situasi Bersamaan Memanasnya Situasi Ukraina,
Vietnam Terhadap RRC (Laut Cina Timut)”. Prabowo – Hatta dalam koalisi merah
putih memahami benar letak setrategis posisi Indonesia dalam perkembangan
situasi politik internasional kedepan yang arah jamnya mengarah ke wilayah
Asia, terkhusus ke wilayah Asia Tenggara.
Dari perjalanan semua ini maka semakin menguatkan alasan terhadap
Operasi #SelamatkanIndonesia sangatlah penting. Silahkan di buka link berikut :
- http://taruna-juang.blogspot.com/2014/06/pilihan-kita-jelas-selamatkan-indonesia.html
Labels:
PENDIDIKAN,
POLITIK
5:01 AM
Makna Kemerdekaan Indonesia, Membangun Karakter Pancasila Yang Bertujuan Terhadap Cita-Cita Bangsa Indonesia
- P R O K L A M A S I
- Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
- Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
- dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
- Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
- Atas nama bangsa Indonesia.
- Soekarno/Hatta.
- Tujuan Indonesia Merdeka Jelas Tercantumkan Dalam Pembukaan UUD 1945"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.""Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.""Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.""Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada :1. Ketuhanan Yang Maha Esa,2. kemanusiaan yang adil dan beradab,3. persatuan Indonesia, dan4. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,5. serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."* Dalam Pembukaan Undang-undang dasar 1945 ini tercantum cita-cita, dan Tujuan Bangsa Indonesia yaitu :Cita-cita Bangsa Indonesia : Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang 1. Merdeka, 2. Bersatu, 3. berdaulat, 4. adil dan 5. makmur.Tujuan Bangsa Indonesia :1. Membentuk suatu pemerintahan Negara Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.2. Memajukan kesejahteraan umum / bersama 3. Mencerdaskan kehidupan bangsa4. Ikut berperan aktif dan ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan kedilan sosial.Itulah tujuan dan cita-cita Bangsa Indonesia Setiap pemimpin bangsa ini pasti menginginkan amanat cita-cita dan tujuan itu dicapai. Pasti ada yang sudah dicapai, namun ada juga yang belum. sudah 67 Tahun dari kemerdekaan apakah cita-cita dan tujuan bangsa itu masih terus diupayakan atau malah mereka sudah lupa yang namanya "Dasar" ??
Karakter Bangsa Dalam Pancasila!!!
Karakter bangsa dalam antropologi (khususnya masa lampau) dipandang sebagai tata nilai budaya dan keyakinan yang mengejawantah dalam kebudayaan suatu masyarakat dan memancarkan ciri-ciri khas keluar sehingga dapat ditanggapi orang luar sebagai kepribadian masyarakat tersebut.- Bung Karno pernah berpesan kepada kita bangsa Indonesia, bahwa tugas berat untuk mengisi kemerdekaan adalah membangun karakter bangsa. Apabila pembangunan karakter bangsa ini tidak berhasil, maka bangsa Indonesia akan menjadi bangsa kuli (.H. Soemarno Soedarsono, 2009: . Pernyataan Bung Karno ini menunjukkan pentingnya pendidikan dan pembangunan karakter demi tegak dan kokohnya jati diri bangsa agar mampu bersaing di dunia global.
- Telaah mengenai lambang Garuda Pancasila ini untuk mengingatkan kepada masyarakat tentang penting dan perlunya menghargai dan menghormati simbol atau lambang-lambang negara. Pembahasan mengenai lambang Garuda Pancasila tidak lain ingin menegaskan kembali tentang eksistensi nilai-nilai Pancasila sebagai instrumen pendidikan karakter untuk membangun dan mengembangkan karakter bangsa. Pendidikan karakter bangsa di Indonesia pada hakikatnya proses pembudayaan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai keindonesiaa. Oleh karena itu, perlu revitalisasi peran Pancasila sebagai pandangan hidup dan kepribadian bangsa Indonesia.KARAKTER NEGARA PANCASILA
Kalau seseorang harus mengambil keputusan dalam situasi sulit atau menghadapi dilema seperti warga negara yang harus memilih “tetap menjadi Pancasilais tapi melawan peraturan negara ataukah tetap menjalankan peraturan negara yang bertentangan dengan Pancasila,” maka pilihannya itu sangat ditentukan pertama-tama oleh karakter yang dimiliki oleh orang tersebut, bukan oleh pengetahuan atau keahlian teknisnya.Demikian juga negara. Kalau suatu negara harus mengambil keputusan dalam situasi sulit atau situasi dilematis maka pilihan keputusannya juga sangat ditentukan oleh karakter yang dimiliki oleh negara tersebut. Negara dapat memilih jalan yang gampang bagi pemerintah tapi menyulitkan masyarakat atau sebagian masyarakat; dan negara juga dapat memilih jalan yang sulit dan terjal yang harus dilalui pemerintah tapi dirasakan adil dan menenangkan masyarakat. Apakah negara akan memangkas subsidi BBM untuk merespons melambungnya harga minyak dunia dan meminta rakyatnya untuk “sedikit menderita” atau negara akan mencari jalan lain yang sulit dan mungkin juga membahayakan dirinya untuk mempertahankan kesejahteraan rakyatnya. Keputusan akhirnya sangat ditentukan oleh karakter negara saat ini, bukan semata-mata atas hitungan angka-angka di atas kertas.Seorang kapten kapal, ketika melihat kapalnya dalam keadaan bahaya dan mulai tenggelam, yang harus dipikirkan lebih dulu adalah keselamatan penum-pang, baru kenudian keselamatan crew, dan yang terakhir keselamatan dirinya. Ketika kapal berada dalam keadaan sulit, seorang kapten kapal tidak pernah menghitung-hitung untung-rugi untuk keselamatan penumpang-penumpangnya. Sebagai orang terakhir yang keluar dari kapal, mungkin ia akan menghadapi bahaya yang lebih besar dari lainnya. Etos kerja seorang kapten kapal inilah yang seharusnya menjadi etos kerja negara. Ketika negara harus mengambil keputusan dalam situasi sulit atau situasi dilematis, yang pertama kali harus dipikirkan adalah bagaimana meringankan beban rakyat meskipun ada risiko yang besar yang harus dihadapi pemerintah. Pemerintah jangan melulu mencari jalan mudah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan negara dan membebankan bagian yang terberat kepada rakyatnya.Di depan sudah saya katakan bahwa Pancasila sebagai dasar negara haruslah mengatur “moral negara,” mengatur perilaku negara; dan oleh karenanya haruslah tercermin dalam karakter negara. Dalam praktek sehari-hari, karakter negara akan terungkap pada semangat dan kebiasaan bertindak penyelenggara kekuasaan negara dalam membuat dan melaksanakan peraturan perundang-undangan negara. Kalau semangat dan kebiasaan bertindak sehari-hari penyelenggara kekuasaan negara adalah semangat dan kebiasaan bertindak untuk memanfaatkan negara sebagai alat untuk memperkaya diri dan memupuk kekuasaan kelompoknya sendiri –seperti yang hampir tiap hari diungkap televisi dan media-massa lainnya, jelas itu tidak mencerminkan karakter negara Pancasila, Rakyat menyangsikan kejujuran negara. Kalau penyelenggara kekuasaan negara juga selalu mencari jalan mudah bagi dirinya sendiri dan membebankan yang berat kepada rakyat, itu pun tidak mencerminkan karakter negara Pancasila. Rakyat menyangsikan ketabahan dan keuletan negara dalam menghadapi kesulitan-kesulitan. Rakyat juga menyangsikan keberanian negara untuk selalu setia kepada Pancasila dan konstitusi negara dalam menghadapi tekanan-tekanan politik domestik maupun global. Karena rakyat hanya melihat dan merasakan kehadiran negara dari apa yang dikerjakan oleh pemerintah dan penyelenggara kekuasaan negara lainnya, maka rakyat pun bisa sampai pada ke-simpulan: negara tidak lagi memiliki karakter.Di bawah tekanan globalisasi sekarang ini, lebih-lebih dengan keterpurukan perekonomian Indonesia dalam krisis moneter 1997-98, sangat sulit bagi negara untuk menegakkan kedaulatannya. Para penyelenggara kekuasaan negara nampaknya sudah tidak sanggup lagi untuk mengoperasikan Pancasila dalam pembuatan maupun pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Pembuatan kebijakan negara sekarang ini lebih merujuk pada keinginan dan tekanan Dana Moneter Internasional (IMF) serta negara-negara adidaya; dan pelaksanaan-nya mengikuti keinginan dan kepentingan kelompok-kelompok dominan dalam kekuasaan negara. Dan sekarang, meskipun reformasi sudah berlangsung lebih dari tiga belas tahun, Indonesia masih belum dapat mewujudkan kedaulatannya. Hanya negara yang mempunyai karakter yang dapat menyelesaikan persoalan-persoalan seperti ini.Untuk membangun karakter negara Pancasila, paling tidak ada dua jalan yang dapat ditempuh. Pertama, dengan mengajukan “permohonan” kepada para penyelenggara kekuasaan negara untuk dengan sukarela mengubah dan membangun inner qualities atau standar-standar moral yang tinggi dalam menjalankan tugas-tugasnya serta menghindari kebiasaan bertindak yang memperalat atau memanipulasi negara untuk kepentingannya sendiri.Kedua, dapat dilakukan dengan mengerahkan kekuatan masyarakat untuk melakukan kontrol terhadap pembuatan dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang baru serta meninjau kembali peraturan perundang-undangan yang sudah diberlakukan tetapi bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Apabila negara bekerja di bawah pengawasan ketat rakyatnya, ini akan mendorong negara untuk memperbaiki dan mengembangkan inner qualities-nya, mengikuti dinamika yang ada dalam masyarakat. Karakter negara akan terbangun ketika kontrol masyarakat berhasil “memaksa” penyelenggara kekuasaan negara mengubah dan mengembangkan inner qualities-nyaPembangunan karakter bangsa ini merupakan pijakan dari tujuan cita-cita besar Negara Kesatuan Republik Indonesia Yaitu :- Berdikari di bidang politik- Mandiri di bidang ekonomi- Serta berkepribadian secara Budayaatau yang biasa kita kenal dengan trisakti. -
Labels:
PENDIDIKAN,
POLITIK







