Latest Post
Showing posts with label PERTAHANAN. Show all posts
Showing posts with label PERTAHANAN. Show all posts
6:15 AM
KETIKA “ETIKA” DIDASARI PEMBENARAN BUKAN KEBENARAN MAKA HUKUM MENJADI GAMANG
Written By Unknown on Thursday, August 14, 2014 | 6:15 AM
.........Kita
merasa tersakiti dengan praktek-praktek penyimpangan ketidakjujuran ketidak
adilan yang diperlihatkan oleh penyelenggara pemilu, kita telah merasakan semua
dan sebetulnya bila ada waktu kita bisa hadirkan puluhan ribu saksi dan saya
sudah minta semua saksi-saksi itu untuk membuat testomoni tertulis dan di video
seandainya pun tidak bisa diterima disidang ini harus kita beri pembelajaran kepada bangsa Indonesia.....
(Sambutan Pengantar sidang
perdana MK-Prabowo Subianto)
Terjadinya
pelecehan dari nilai dasar etika yaitu ketidakjujuran dan ketidak adilan
menjadi nafas pernyataan tersebut diatas maka fakta-fakta yang terinfentarisasi
dalam bentuk testomoni tertulis dan video menjadi pesan pembelajaran kepada
bangsa Indonesia bahwa paraktek-praktek penyimpangan oleh penyelenggara pemilu
telah dilakukan dengan kondisi sadar yang berdampak pada kerontokan etika dan
moral.
Dan bila
secara seksama kita mendengarkan rangkeyan pernyataan sambutan pengantar sidang
perdana MK, maka Mahkamah Konstitusi di uji keperpihakannya dengan konstitusi
Indonesia yang dimana konstitusi Indonesia tidak menganut sistem oteriter,
fasis dan komunis begitu pula secara moral Mahkamah Konstitusi menjadi bagian
yang membenarkan atau tidak dari
prilaku terjadinya intevensi asing dalam proses PILPRES 2014.
Sikap
konstitusional yang menjadi jalan untuk mencari keadilan dari a-etika
penyelenggara pemilu menghantarkan Prabowo-Hatta melibatkan fungsi dan peran
tanggungjawab DKPP.
Maka dapat
dipastikan secara teori potensial keputusan DKPP menjadi strategis dalam
pertimbangan putusan Mahkamah Konstitusi yang akan diputuskan nanti pada
tanggal 21 Agustus 2014. Dengan itu keputusan DKPP menjadi ujung tombak
eksistensi etika dan moral yang terbungkus dalam kode etik penyelenggara pemilu.
Walaupun DKPP
menyatakan hasil putusan DKPP tidak akan mempengaruhi hasil pemilu “karena”
DKPP yang dinilai adalah prilaku para penyelenggara pemilu.
Maka dengan
ini Gerakan Kita Taruna Juang Indonesia TAJI menyatakan :
- Ketika penyelenggara pemilu telah melakukan tindakan a etika ketidak jujuran dan ketidak adilan maka nasip etika dan moral sistem bangsa akan terkoyak dan ternistakan kedaulatannya sebagai bangsa.
- Ketika etika didasari pembenaran bukan kebenaran maka hukum menjadi gamang
- Ketika etika pembenaran dibenarkan maka kedaulatan rakyat akan terbunuh oleh kedaulatan uang, kedaulatan pemilik modal besar yang mejadi pengendali dibalik layar ataupun kedaulatan bangsa asing yang sangat berkepentingan terhadap hasil proses PILPRES 2014 dalam legalitas sistem Liberalisasi atas nama Fred Tred Area baik di tingkat kawasan pada tahun 2015 dan global di tahun 2020. #Selamatkan Indonesia
14
agustus 2014
Labels:
PERTAHANAN
7:48 PM
TAJI Bersikap : DEMOKRASI KITA ADALAH KEDAULATAN RAKYAT
Written By Unknown on Thursday, August 7, 2014 | 7:48 PM
08 Agustus 1945
Kedaulatan
Rakyat
adalah sebuah rangkeyan kata yang tidak muncul serta merta begitu saja tanpa
sebuah sejarah yang panjang.
Kedaulatan
Rakyat
adalah bukan rangkeyan kata pemanis dan memperindah pernyataan sebuah sikap
politik kebangsaan balaka.
Karena Kedaulatan
Rakyat
ternyatakan tegas berdiri dengan pijakan dasar :
Anti
Penjajahan
yang tertuang dengan perjalanan sejarah panjang Indonesia merdeka dimana
ternyatakan dalam Pembukaan UUD 1945 dalam alenea......,
Bahwa
sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka
penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan
peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.
Eksistensi
kemerdekaan Negara Indonesia yang bersatu,
berdaulat, adil, dan makmur yang tertegaskan dalam penegasan alenea Pembukaan
UUD 1945 ......,
Dan perjuangan
pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia
dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang
kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Rasa syukur menggapai
cita-cita sebagai bangsa yang merdeka terlepas
dari bangsa terjajah dalam penegasan alenea Pembukaan UUD 1945......,
Atas berkat
rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur,
supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan
dengan ini kemerdekaannya.
Bentuk dan jati diri
sebagai bangsa negara Indonesia dalam menjalankan Pemerintahan Indonesia dan
KEDAULATAN RAKYAT dipertegas dalam alenea ini Pembukaan UUD 1945.....
Kemudian
daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan
Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk
dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan
berdasarkan Kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan
beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jadi
sangat jelas kedudukan Kedaulatan Rakyat menjadi sangat penting dari maksud dan
tujuan cita-cita Indonesia sebagai bangsa negara MERDEKA yang
keberlangsungannya mengikuti perkembangan jaman dalam proses sistem
pemerintahan demokrasi Indonesia yang telah dikomitmenkan bersama. Demokrasi
yang membunuh kedaulatan rakyat maka demokrasi tersebut telah menghianati
pondasi-pondasi konstitusi Indonesia yaitu Pembukaan UUD 1945 berarti juga
menghianati eksistensi Kemerdekaan Indonesia yang ternyatakan dalam Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 yang juga serta merta menghianati
Pancasila sebagai falsafah bangsa dan Idiologi negara, yang dimana menjadi
rangkeyan sejarah konsesus nasional.
Itulah
pengertian gerakan kita Taruna Juang Indonesia (TAJI) mengartikan serta
menginterpretasikan Pengantar Prabowo Subianto dalam sidang perdana gugatan
Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi.
Majelis Hakim
yang Mulia “NASIP BANGSA INDONESIA SESUNGGUHNYA BERADA DI SIDANG MAHKAMAH
KONSTITUSI” (Prabowo Subianto)
Karena telah
terjadi fakta diantara lain :
- Ada seorang ibu yang ingin menggunakan hak suaranya di intervensi ketika ingin memilih no. 1 di bendungan hilir,
- Ratusan TPS dapat terjadi nol dan dimenangkan oleh salah satu pihak, hal ini di korea saja masih diberi kan suara 80% - 99% ini 100 %. Ini sudah menjadi Fasis, Komunis, Otoriter maka dengan itu tantangan bagi Mahkamah Konstitusi, bahwa Prabowo menyampaikan gugatan ini telah hadir suatu faham yang sangat betentangan dengan Konstitusi kita.
- Upaya Pembongkaran kotak suara
- Ketua-ketua partai pasangan no 1 rumahnya di bakar,
- Ketua Partai pasangan no 1 dikeroyok segerombolan pemuda,
- Dibanyuwangi rumah saksi pasangan no 1 di bakar,
- Ada tindakan negara-negara asing yang mengundang bupati dan walikota Indonesia dan mempengaruhi serta mengintervensi terhadap pilpres 2014
Maka
dengan ini Gerakan Kita Taruna Juang Indonesia bersikap :
- Putusan sidang Mahkamah Konstitusi dalam sengketa PILPRES 2014 bukan berbicara menang-kalah pasca penetapan rekapitulasi nasional oleh KPU pada tanggal 22 Juli 2014.
- Putusan sidang Mahkamah Konstitusi akan menentukan wajah Konstitusi Indonesia karena harus menimbang fakta strategis untuk konstitusi bangsa yaitu terjadinya kemenangan 100 % terhadap salah satu pasangan calon di ratusan TPS. Karena konstitusi kita bukan konstitusi otoriter, fasis dan komunis.
- Mengecam Intevensi asing terhadap proses Demokrasi Indonesia yang berkomitmen terhadap Kedaulatan Rakyat.
- Dan dengan tegas gerakan kita mengingatkan bahwa bangsa negara Indonesia adalah bangsa yang telah merdeka dan berdaulat dan sebagai bangsa negara yang anti akan penjajahan di atas dunia baik itu secara konvensional melalui angkatan perang maupun secara inkonvensional melalui tangan-tangan gelap berbasis penyesupan Intelejen.
Labels:
PERTAHANAN
3:02 PM
Apakah ini yang Mempengaruhi Keadaan Indonesia
Written By Unknown on Friday, July 25, 2014 | 3:02 PM
Sekuritas bisa diperjualbelikan, dan merupakan instrumen
keuangan yang berjangka panjang, maka penerbitannya dilakukan di pasar yang
disebut sebagai pasar modal. Sedangkan kegiatan perdagangannya dilakukan di
bursa. Dan mempengaruhi apa dan bagaimana Situasi dan Kondisi suatu NEGARA,
dari Ekonomi hingga Politik.
Tetapi Pasar SAHAM tidak ada di Pasar Tanah Abang (Jakarta), Pasar Atas dan Pasar Lereng (Bukittinggi), Pasar Klewer (Solo), Pasar Induk Gedebage
(Bandung)...
Kita sama-sama tau, siapa dan bagaimana kalangan mana yang biasa
bermain saham di indonesia!!!
Bukankah Ini yang Mempengaruhi SAHAM di Indonesia:
Berikut adalah Situasi Pasar Saham dari tanggal 22 Juli 2014 –
23 Juli 2014:
22 Juli 2014, 15.50 wib : Indeks Saham di Bursa Anjlok
23 Juli 2014, 12.33 wib IHSG dan Rupiah Membaik Usai Keputusan
KPU
Bukankah Telah Kita Ketahui Sebelumnya:
Apa yang Membuat AS melunak
http://taruna-juang.blogspot.com/2014/06/apa-yg-membuat-as-harus-melunak-ya_7683.html
Berikut Adalah Negara-negara yang Mengucapkan Selamat Atas Terpilihnya Jokowi-Jusuf Kalla, yang seharusnya Ucapan Selamat yang Disampaikan Negara Tetangga dan Negara Sahabat itu Pasca Pelantikan di tanggal 20 Oktober 2014
http://taruna-juang.blogspot.com/2014/06/apa-yg-membuat-as-harus-melunak-ya_7683.html
Berikut Adalah Negara-negara yang Mengucapkan Selamat Atas Terpilihnya Jokowi-Jusuf Kalla, yang seharusnya Ucapan Selamat yang Disampaikan Negara Tetangga dan Negara Sahabat itu Pasca Pelantikan di tanggal 20 Oktober 2014
1. USA
2. Australia
3. Malaysia
4. Singapura
5. Jepang
6. Inggris
7. Kanada
8. Komisi Eropa
9. Brunai Darusalam
Dan apa maksud Obama Mengajak Jokowi Bertemu Dalam Forum APEC di RRC
http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/23/269595225/Obama-Ajak-Jokowi-Ketemu-di-Cina
#SelamatkanIndonesia #IndonesiaBangkit
#SelamatkanIndonesia #IndonesiaBangkit
Labels:
PERTAHANAN
3:43 AM
KPU menunda pengumuman hasil pilpres yang tadinya direncakan pagi menjadi sore hari ini pukul 16.00 WIB.
Jangan bunuh Pemimpin Bangsa kami !!! karna rakyat yang memilih dan generasi yang menghendaki #SelamatkanIndonesia #IndonesiaBangkit
Written By Unknown on Tuesday, July 22, 2014 | 3:43 AM
Kepada
seluruh saudara2 pendukung setia Prabowo-Hatta,
kita
tidak usah terlalu risau dan bimbang dengan hasil rekap KPU, karena KPU
bukanlah peluit akhir dari pilpres, hasil akhir ada di MK. Info/data berikut
ini mohon disimak sebagai indikator:
Jend.
Budiman sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) diberhentikan secara mendadak oleh Bapak SBY.
- http://www.investor.co.id/home/kapuspen-tni-benarkan-kasad-jenderal-budiman-akan-diganti/90291
- http://www.tribunnews.com/nasional/2014/07/21/pencopotan-ksad-mengejutkan-dua-bulan-menjelang-pensiun
Tim Ahli IT mendampingi penyidik Mabes Polri
terhadap 37 Hackers yang kebanyakan dari China menggelembungkan suara di Rekap
C1 dari separuh Pemilih Golput dari Kecamatan yang ada di Jateng, Jatim, DIY,
SULUT dan Papua dengan jumlah Jutaan suara untuk Capres Tertentu. Berita Acara
Penyidikan Kejahatan Penggelembungan Suara Capres Tertentu di 5 Propinsi sudah
ditandatangani oleh KABARESKRIM POLRI. Tadi malam langsung dibawa ke Bawaslu
& KPU.
Bahwa Formulir C1 merupakan DOKUMEN PALING OTENTIK untuk melakukan penghitungan suara (mulai tingkat kelurahan ke atas). Formulir C1 inilah yang digunakan oleh para petugas saksi untuk me-rekap hasil perolehan suara.
KPU menunda pengumuman hasil pilpres yang tadinya direncakan pagi menjadi sore hari ini pukul 16.00 WIB.
Mohon do'a untuk kemenangan Prabowo-Hatta demi
keselamatan negeri ini dari campur tangan jahat kekuatan asing dan dari
manapun.
" Indonesia adalah Bangsa yang Merdeka dan Berdaulat, rakyat yang memilih dan generasi yang menghendaki #SelamatkanIndonesia #IndonesiaBangkit #BukanBangsaKacung "
Labels:
PERTAHANAN
3:57 AM
Tahukah kita dengan Kejadian ini :
Dan Fakta hari ini adalah kembali Perhitungan Suara KPU berubah dan kembali ketika Pihak Prabowo menantang falidasi data C1 http://www.intelijen.co.id/kubu-prabowo-hatta-siap-adu-data-c1-dengan-kpu/
Kami tidak buta dan kami pastikan bahwa gerak kami adalah Operasi #SelamatkanIndonesia , #IndonesiaBangkit
Written By Unknown on Monday, July 21, 2014 | 3:57 AM
Kondisi terakhir kemarin, kamis 17 Juli 2014 ada ledakan gas di bawah tanah tepatnya di seberang Polda Metro Jaya yang bertepatan persis di atas Mall Pacific Place di daerah Gatot Subroto. Hampir 1hari full tutup.
Silahkan di baca link berikut : http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/17/269593755/SBY-Klaim-Mampu-Tengahi-Perselisihan-#
Dan kamis siang menjelang mlm tingkat kemacetannya luar
biasa Begitu juga soal ada gangguan arus listrik di bawah tanah depan KPU yg
mengakibatkan mati lampu dan sempat menganggu "proses" penghitungan
rekapitulasi suara.
Kembali kami di ingatkan sejarah hari ini 21 Juli 1947
yaitu Agresi Militer I Belanda dengan hampir seminggu ini tangan2 gelap asing
"telah" melakukan INTERVENSINYA.
Jadi Sikap kita tidak berubah #SelamatkanIndonesia karena
kita bangsa yang merdeka dan berdaulat. Mari kita INGAT bersama hari ini 21 Juli
1947 sebagai agresi militer 1 lalu ada apa dengan perhitungan rekapitulasi KPU di Juli 2014 dan esok akan di umumkan.
Dan Fakta hari ini adalah kembali Perhitungan Suara KPU berubah dan kembali ketika Pihak Prabowo menantang falidasi data C1 http://www.intelijen.co.id/kubu-prabowo-hatta-siap-adu-data-c1-dengan-kpu/
AGRESI
MILITER BELANDA I
Operasi
militer Belanda di Jawa dan Sumatera terhadap Republik
Indonesia yang dilaksanakan dari 21 Juli1947 sampai 5 Agustus 1947.
Tujuan
Belanda melakukan serangan atas RI yang dimulai sejak 21 Juli 1947 ialah
penghancuran RI. Untuk mencapai tujuan tersebut, Belanda tidak bisa
melakukannya sekaligus, karena itu pada tahap pertama Belanda harus mencapai
sasaran sebagai berikut:
- Politik, yaitu pengepungan ibukota RI dan penghapusan RI dari peta (menghilangkan de facto RI)
- Ekonomi, yaitu merebut daerah-daerah penghasil bahan makanan (daerah beras di Jawa Barat dan Jawa Timur) dan bahan ekspor (perkebunan di Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera serta pertambangan di Sumatera)
Agresi militer Belanda yaitu
serangan yang dilakukan oleh Belanda kepada Negara Republik Indonesia. Kurang
lebih satu bulan setelah kemerdekaan Indonesia, tentara sekutu datang ke
Indonesia. Dalam pendaratannya di Indonesia, tentara sekutu diboncengi NICA ( http://taruna-juang.blogspot.com/2014/06/sekilas-sejarah-sekutu-membonceng-nica.html ).
Selain bermaksud melucuti
tentara Jepang, tentara sekutu membantu NICA mengembalikan Indonesia sebagai
jajahannya. dengan bantuan sekutu, NICA ingin membatalkan kemerdekaan rakyat
Indonesia. Rakyat Indonesia tidak mau dijajah lagi. Rakyat Indonesia tidak mempunyai
pilihan lain untuk mempertahankan kemerdekaannya, kecuali dengan bertempur
sampai titik darah penghabisan. Di sebagian besar wilayah Indonesia, tentara
Sekutu dan NICA harus menghadapi perlawanan pejuang-pejuang Indonesia.
Perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya, menyadarkan
tentara Sekutu bahwa bangsa Indonesia tidak dapat dikalahkan hanya dengan
kekuatan senjata.
Apakah yang membuat ini berbeda, antara 21 Juli 1947 dengan 21 Juli 2014... Apakah Intervensi ASING tak memiliki kepentingan terhadap Indonesia Saat ini, untuk mengingat silahkan dibaca :
- http://taruna-juang.blogspot.com/2014/06/apa-yg-membuat-as-harus-melunak-ya_7683.html
- http://taruna-juang.blogspot.com/2014/07/quick-count-membunuh-harapan-suara.html
- http://taruna-juang.blogspot.com/2014/07/pencekalan-video-fakta.html
Jadi Sikap kita tidak berubah #SelamatkanIndonesia karena kita bangsa yang merdeka dan berdaulat.
Labels:
PERTAHANAN
1:12 PM
Salam Persatuan Indonesia,
Quick Count = Membuka Penjajahan Asing di Indonesia
Written By Unknown on Monday, July 14, 2014 | 1:12 PM
Salam Persatuan Indonesia,
Kita tidak ingin
Bangsa Indonesia dipecah BELAH, Semua berhak tau apa yang terjadi, Hiduplah Indonesia Raya..!!!
Sikapi Pilpres,
Forum Keluarga Besar Mahasiswa dari berbagai Kampus Gelar AKSI «
IndonesiaBicara – Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia
http://indonesiabicara.com/sikapi-pilpres-forum-keluarga-besar-mahasiswa-untuk-bangsa-gelar-aksi/
Percaya Quick Count Sama Saja Buka Pintu Asing dalam Rubah Opini Publik
Percaya Quick Count Sama Saja Buka Pintu Asing dalam Rubah Opini Publik
http://www.teraspos.com/berita-%E2%80%8Bmahasiswa-kembali-pada-pancasila-dan-uud.html
Labels:
PERTAHANAN
10:40 AM
Quick Count Membunuh Harapan Suara Rakyat dan Membuka Pintu Gerbang Penjajahan
Baru saja kita melakukan pesta demokrasi dengan memilih calon pemimpin Bangsa
Indonesia untuk 5tahun kedepan. 9 Juli 2014 merupakan torehan tinta sejarah bagi
Rakyat Indonesia
dalam menentukan nasibnya bukan hanya untuk diri sendiri melainkan untuk generasi -
generasi selanjutnya, apakah kita tetap ingin merasakan penderitaan yang
terjadi selama ini ataukah kita ingin melepaskan belenggu penjajahan yang sudah mengeruk habis
SDA dan SDM kita karena kehendak
perubahan Bangsa ini hanya bisa ditentukan oleh kita sendiri sebagai Bangsa
Indonesia.
Dan
kita adalah bangsa yang merdeka, tidak ada bangsa lain yang bisa menjajah bangsa kita!
Pemilihan umum saat ini
memunculkan beberapa prediksi - prediksi hasil perhitungan suara yang
dikeluarkan oleh beberapa lembaga survei atau yang biasa kita kenal dengan Quick Count.
Dengan terindikasi pemaksaan opini dengan
legitimasi – legitimasi yang ada, Quick Count saling memamerkan keakuratan datanya masing - masing,
menjadikan Quick Count
sebagai patokan dalam menentukan siapa pemenang pemilihan presiden tanpa berpatokan dengan Real Count yang dikeluarkan oleh KPU. Ditambah,
kurangnya penilaian obyektif dan terlihat memihak yang diberitakan beberapa media
baik elektronik maupun cetak. Inilah yang menjadi salah
satu pintu masuk intervensi asing dalam mengubah opini publik yang seakan -
akan pemenang Quick Count berarti dia yang menjadi pemenang Pemilu. Fakta ini diperkuat pernyataan
dukungan Negara – negara terhadap kemenangan salah satu calon presiden berpijak
kepada kemenangan suara di salah satu wilayah negara.
Dengan situasi yang tercipta
atas penggiringan opini publik hasil
Quick Count menyebabkan gejolak atmosfer politik di Indonesia menjadi
memanas dan mendorong pihak keamanan menaikan status siaga 1 bagi daerah -
daerah yang berpotensi timbul konflik perpecahan. Harus dipahami, data yang
dipamerkan oleh Quick Count hanya mengambil sampling dari beberapa TPS
saja bukan dari seluruh TPS yang tersedia, ini yang
membawa Bangsa ini berpotensi terpecah dan timbul konflik horizontal yang notabene
Quick Count
tidak cocok dengan budaya perpolitikan di Indonesia. Padahal, kitasama -
sama mengetahui di dalam Pancasila butir 3 disebutkan "Persatuan
Indonesia".
“Kedatangan kami di Bunderan HI
adalah sebagai panggilan anak bangsa kepada masyarakat atas derasnya intervensi asing dalam politik
Indonesia. Berdirinya kami disini karena kami bersetia untuk tetap
melawan setiap pola - pola yang akan mengakibatkan konflik perpecahan antara sesama
Rakyat Indonesia.”
Sikap kami karena
kami masih tetap terus menyakini bahwa bangsa ini akan tetap utuh bila
menjunjung tinggi eksistensi proklamasi 17 Agustus 1945 dimana kita sebagai
bangsa yang merdeka,
Pembukaan UUD 1945
yang menyatakan bahwa penjajahan diatas dunia harus dihapuskan,
Pancasila sebagai falsafah dan
Ideologi negara bukan sebagai pilar bangsa,
Berdikari dibidang ekonomi,
berdaulat dibidang politik dan berkepribadian di bidang budaya
(Trisakti Kemerdekaan).
Maka dari itu kami bersikap:
- Kita adalah bangsa yang merdeka sesuai apa yang termaktub didalam ruh teks proklamasi kemerdekaan.
- Kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu segala bentuk penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
- Dengan kesadaran akan kesejahteraan, persatuan dan keadilan sudah seharusnya Rakyat Indonesia tidak terprovokasi atas upaya - upaya adu domba, sama halnya saat bangsa belanda memecah belah Nusantara yang kita kenal dengan politik devide et impera.
- Bahwa adanya Quick Count, sama saja kita membuka pintu pihak asing dalam merubah opini publik yang seolah - olah hasil Quick Count lebihakuratdibandingkan Real Count dari KPU.
Forum
Keluarga Besar Mahasiswa untuk Bangsa
Labels:
PERTAHANAN
11:17 AM
Prabowo Paparkan Ancaman Terbesar dari Luar Negeri
Written By Unknown on Monday, June 23, 2014 | 11:17 AM
Calon presiden nomor satu, Prabowo Subianto, memaparkan beberapa ancaman
dari luar dan dalam negeri yang bisa dihadapi oleh Indonesia.
"Ancaman terbesar dari luar negeri saya lihat bahwa ada negara-negara lain tertentu yang akan mengklaim wilayah nasional kita, di laut maupun berbagai pulau," tutur dia, saat debat capres mengenai politik internasional dan ketahanan nasional, di Holiday Inn, Jakarta, Minggu (22/6/2014).
Menurut dia, hal ini harus siap dihadapi oleh Indonesia, di mana Indonesia merupakan negara terbesar. Oleh karena itu, kemiskinan yang selalu didengungkannya, terutama kekuasaan bangsa Indonesia atas kekayaan alamnya harus dikuatkan.
"Tidak dikuasainya oleh bangsa sendiri kekayaan alam kita, kita tidak punya tabungan kekayaan nasional untuk mengurangi wilayah kemiskinan negara kita," tambah dia.
Capres nomor urut satu ini juga menyinggung soal kedudukan pemerintah saat melihat ada pihak yang mengklaim pulau-pulau di Indonesia.
"Kalau ada orang yang mengklaim pulau dan menduduki bahkan bisa enggak kita menangkalnya. Itulah yang saya maksud politik luar negeri adalah cermin dalam negeri kita. Kalau rakyat makmur dan punya kemampuan baru dihormati, kalau lemah kita akan diganggu, kalau kita kuat akan dihormati," tuntasnya.
"Ancaman terbesar dari luar negeri saya lihat bahwa ada negara-negara lain tertentu yang akan mengklaim wilayah nasional kita, di laut maupun berbagai pulau," tutur dia, saat debat capres mengenai politik internasional dan ketahanan nasional, di Holiday Inn, Jakarta, Minggu (22/6/2014).
Menurut dia, hal ini harus siap dihadapi oleh Indonesia, di mana Indonesia merupakan negara terbesar. Oleh karena itu, kemiskinan yang selalu didengungkannya, terutama kekuasaan bangsa Indonesia atas kekayaan alamnya harus dikuatkan.
"Tidak dikuasainya oleh bangsa sendiri kekayaan alam kita, kita tidak punya tabungan kekayaan nasional untuk mengurangi wilayah kemiskinan negara kita," tambah dia.
Capres nomor urut satu ini juga menyinggung soal kedudukan pemerintah saat melihat ada pihak yang mengklaim pulau-pulau di Indonesia.
"Kalau ada orang yang mengklaim pulau dan menduduki bahkan bisa enggak kita menangkalnya. Itulah yang saya maksud politik luar negeri adalah cermin dalam negeri kita. Kalau rakyat makmur dan punya kemampuan baru dihormati, kalau lemah kita akan diganggu, kalau kita kuat akan dihormati," tuntasnya.
Labels:
PERTAHANAN,
POLITIK,
PRABOWO
9:54 AM
Prabowo: 12 Tahun Lagi Indonesia Bisa Impor 100 Persen Minyak Bumi
Harus ada presiden yang mempunyai visi dan misi soal energi
yang memberikan solusi soal keberlangsungan persediaan energi nasional.
Dalam orasinya di depan komunitas pasar modal, calon presiden Prabowo
Subianto memperingatkan Indonesia terancam krisis energi 12 tahun
mendatang. Indonesia akan mengimpor minyak bumi 100 persen dari asing.
Prabowo menjelaskan harus ada presiden yang mempunyai visi dan misi soal energi yang memberikan solusi soal keberlangsungan persediaan energi nasional. Sebab Indonesia membutuhkan banyak energi.
Hal itu dikatakan dia di depan praktisi dan pelaku pasar modal Indonesia di Hotel Ritz-Carlton SCBD Jakarta, Jumat (20/6). Dia menjelaskan presiden terpilih harus mendapatkan sumber energi baru.
"Jika tak ada sumber energi terbarukan maka mendorong Indonesia impor 100 persen gas bumi pada 34 tahun mendatang. Tak hanya itu, Indonesia juga akan mengimpor batu bara dalam 79 tahun ke depan. Mengimpor minyak bumi 12 tahun lagi," paparnya.
Prabowo mempunyai solusi untuk mengembangkan sektor pertanian dengan memperbanyak kantong bio teknologi seperti teknologi pengolahan air. Dengan begitu, sistem panen Indoesia akan naik karena bisa meningkatkan masa panen.
"Pemanfaatan bioteknologi dan water teknologi, kita bisa panen tiga kali. Non tropis hanya satu kali panen," jelas Prabowo.
Prabowo menjelaskan harus ada presiden yang mempunyai visi dan misi soal energi yang memberikan solusi soal keberlangsungan persediaan energi nasional. Sebab Indonesia membutuhkan banyak energi.
Hal itu dikatakan dia di depan praktisi dan pelaku pasar modal Indonesia di Hotel Ritz-Carlton SCBD Jakarta, Jumat (20/6). Dia menjelaskan presiden terpilih harus mendapatkan sumber energi baru.
"Jika tak ada sumber energi terbarukan maka mendorong Indonesia impor 100 persen gas bumi pada 34 tahun mendatang. Tak hanya itu, Indonesia juga akan mengimpor batu bara dalam 79 tahun ke depan. Mengimpor minyak bumi 12 tahun lagi," paparnya.
Prabowo mempunyai solusi untuk mengembangkan sektor pertanian dengan memperbanyak kantong bio teknologi seperti teknologi pengolahan air. Dengan begitu, sistem panen Indoesia akan naik karena bisa meningkatkan masa panen.
"Pemanfaatan bioteknologi dan water teknologi, kita bisa panen tiga kali. Non tropis hanya satu kali panen," jelas Prabowo.
Labels:
PERTAHANAN,
POLITIK
7:59 AM
11. Mengurangi subsidi BBM khusus terhadap orang kaya melalui mekanisme pajak dan cukai, serta membangun sistem subsidi energi yang lebih tepat sasaran dan lebih berkeadilan.
8 AGENDA DAN PROGRAM NYATA III UNTUK #SELAMATKANINDONESIA PRABOWO-HATTA
Written By Unknown on Saturday, June 21, 2014 | 7:59 AM
III.
MEMBANGUN KEMBALI KEDAULATAN PANGAN, ENERGI DAN SUMBERDAYA ALAM
1.
Mencetak 2 juta hektar lahan baru untuk meningkatkan produksi pangan antara
lain beras, jagung, sagu, kedele dan tebu yang dapat mempekerjakan lebih dari
12 juta juta orang; dan mempercepat pengembangan inovasi dan teknologi untuk
meningkatkan produktifitas pertanian rakyat, terutama tanaman pangan (termasuk
hortikultura), peternakan dan perikanan, melalui penambahan dana riset sebesar
Rp 10 triliun dari APBN selama 2015-2019, termasuk membangun Demplot
Peningkatan Produktifitas Pertanian Rakyat di setiap Kabupaten mulai tahun
2015, disesuaikan dengan pengembangan koridor ekonomi MP3EI.
2.
Mendorong pembangunan industri pengolahan pangan, peternakan dan perikanan yang
berdaya saing tinggi, melalui antara lain pemberian insentif fiskal dan atau
pembiayaan kepada BUMN dan patungan BUMN-swasta.
3.
Mendorong peningkatan produksi dan konsumsi protein yang berasal susu, telur,
ikan, dan daging.
4.
Mencetak 2 juta hektar lahan untuk aren, ubi kayu, ubi jalar, sagu, sorgum,
kelapa, kemiri dan bahan baku bioetanol lainnya dengan sistem tumpang-sari yang
dapat mempekerjakan lebih dari 12 juta orang, dengan berbagai pola pengusahaan
seperti perusahaan BUMN-rakyat maupun patungan BUMN-swasta; dan memberikan
prioritas pada pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN), serta energi-bio dan
energi terbarukan pada umumnya; yang diikuti kebijakan kewajiban pemakaian
biodiesel yang dinaikkan bertahap.
5.
Membangun pabrik pupuk area dan NPK baru milik petani dengan total kapasitas 4
juta ton.
6.
Menjamin harga pangan yang menguntungkan petani, peternak, dan nelayan,
sekaligus terjangkau konsumen, melalui sinergi kebijakan harga dan stok.
7.
Mengembalikan tatakelola migas nasional sesuai Pasal 33 UUD 45 dengan
penyelesaian revisi UU Migas.
8.
Membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dan air dengan kapasitas 10.000
MW dan melaksanakan penyediaan listrik nasional mencapai ratio 100 persen
sampai tahun 2019.
9.
Mendirikan kilang-kilang minyak bumi, pabrik etanol dan pabrik DME (pengganti
elpiji) serta infrastruktur terminal penerima gas dan jaringan
transmisi/distribusi gas baik oleh BUMN dan atau swasta.
10.
Memperluas konversi penggunaan BBM kepada gas dan energy terbarukan dalam
pembangkit listrik PLN; melakukan investasi langsung untuk peningkatan
kapasitas, pemeliharaan, dan peremajaan infrastruktur transmisi dan distribusi
listrik guna meningkatkan kehandalan pasukan; serta mengoptimalkan pemanfaatan
sumber daya air dan pembangkit listrik mikrohidro bagi pemenuhan listrik
daerah-daerah terpencil.
11. Mengurangi subsidi BBM khusus terhadap orang kaya melalui mekanisme pajak dan cukai, serta membangun sistem subsidi energi yang lebih tepat sasaran dan lebih berkeadilan.
Labels:
EKONOMI KERAKYATAN,
PERTAHANAN,
POLITIK,
PRABOWO















